Rabu, 29 Agustus 2012

Sholat Syukril Wudlu


Sholat Syukril Wudlu
Adalah sholat yang dilakukan etelah melakukan wudlu, bilangan rokaatnya ada dua rokaat dan hukumnya sunnat.
Sabda nabi Saw:
عن بلال رضي الله عنه قال النبي صلى الله عليه وسلم اذ دخلت الجنة فرأيت بلال فيها فقلت لبيلال بما سبقني الى الجنة فقال بلال لا اعرف شيئا الا ان لا احد ث وضوء الا صليت عقبه ركعتين
artinya :dari bilal R.A, nabi bersabda,’ketika aku masuk surga aku melihat bilal sudah berada di sana, lantas aku beratanya,’mengapa kamu lebih awal masuk surga?” bilal menjawab,’saya merasa tidak mempunyai amal perbuatan, namu setiap selesai wudlu saya selalu melakukan sholat’.
Niat sholat syukril wudlu:

اصلى سنة الشكر الوضوء ركعتين لله تعالى

ket:
rokaat awal setelah fatihah membaca:
ولو انهم اذ ظلموا انفسهم جاؤك فاستغفرواالله واستعفر لهم الرسول لوجدواالله توابارحيما....استغفر الله العظيم 3
قل ياايهاالكافرون....الخ 1
rokaat kedua setelah fatihah mambaca:
ومن يعمل سوء او يظلم نفسه ثم يستغفر الله يجد الله غفورارحيما
استغفر الله العظيم 3 ..... قل هو الله احد....الخ 1


MEMBACA SIFAT-SIFAT ALLAH DALAM KEHIDUPAN




“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ma’idah [5]: 98)




MEMBACA SIFAT-SIFAT ALLAH DALAM KEHIDUPAN

Oleh: Dr. H. Atabik Lutfi, MA



Dalam setiap peristiwa yang mewarnai kehidupan ini, seringkali kita tidak mampu atau tidak mau menangkap kehadiran Allah dengan segala sifat-sifatNya. Padahal sifat-sifat Allah sangat terkait erat dengan ayat-ayat kauniyahNya yang terhampar di atas muka bumiNya. Betapa Allah –melalui ayat-ayat kauniyahNya- memang ingin menunjukkan keMaha KuasaanNya dan keMaha BesaranNya agar hamba-hambaNya senantiasa mawas diri, waspada dan berhati-hati dalam bertindak dan berprilaku agar tidak mengundang turunnya sifat JalilahNya yang tidak akan mampu dibendung, apalagi dilawan oleh siapapun, dengan upaya dan sarana kekuatan apapun tanpa terkecuali, karena memang Allahlah satu-satunya pemilik kekuatan dan kekuasaan terhadap seluruh makhlukNya.

Berdasarkan pembacaan terhadap ayat-ayat Al Qur’an secara berurutan, terdapat paling tidak empat ayat yang menyebut sifat-sifat Jamilah dan Jalilah Allah secara berdampingan, yaitu: pertama, surah Al-Ma’idah [5]: 98, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. kedua, akhir surah Al-An’am [6]: 165, “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ketiga, surah Ar-Ra’d [13]: 6, “Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka.Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya”. Dan keempat, surah Al-Hijr [15]: 49-50,  “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya adzab-Ku adalah adzab yang sangat pedih”.

Pada masing-masing ayat di atas, Allah menampilkan DiriNya dengan dua sifat yang saling berlawanan; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang merupakan esensi dari sifat JamilahNya, namun pada masa yang sama ditegaskan juga bahwa Allah amat keras dan pedih siksaanNya yang merupakan cermin dari sifat JalilahNya. Menurut Ibnu Abbas r.a, seorang tokoh terkemuka tafsir dari kalangan sahabat, ayat-ayat tersebut merupakan ayat Al Qur’an yang sangat diharapkan oleh seluruh hamba Allah s.w.t. (Arja’ Ayatin fi KitabiLlah). Karena –menurut Ibnu Katsir- ayat-ayat ini akan melahirkan dua sikap yang benar secara seimbang dari hamba-hamba Allah yang beriman, yaitu sikap harap terhadap sifat-sifat Jamilah Allah dan sikap cemas serta khawatir akan ditimpa sifat Jalilah Allah (Ar-Raja’ wal Khauf). Sementara Imam Al-Qurthubi memahami ayat tentang sifat-sifat Allah swt semakna dengan hadits Rasulullah s.a.w. yang menegaskan, “Sekiranya seorang mukmin mengetahui apa yang ada di sisi Allah dari ancaman adzabNya, maka tidak ada seorangpun yang sangat berharap akan mendapat surgaNya. Dan sekiranya seorang kafir mengetahui apa yang ada di sisi Allah dari rahmatNya, maka tidak ada seorangpun yang berputus asa dari rahmatNya”.           ( HR. Muslim)

Dalam konteks ini, Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, seorang tokoh tafsir berkebangsaan Mesir mengelompokkan sifat-sifat Allah yang banyak disebutkan oleh Al Qur’an kedalam dua kategori, yaitu Sifat-sifat Jamilah dan Sifat-sifat Jalilah. Kedua sifat itu selalu disebutkan secara beriringan dan berdampingan. Tidak disebut sifat-sifat Jamilah Allah, melainkan akan disebut setelahnya sifat-sifat JalilahNya. Begitupula sebaliknya. Dan memang begitulah Sunnatul Qur’an selalu menyebutkan segala sesuatu secara berlawanan; antara surga dan neraka, kelompok yang dzalim dan kelompok yang baik, kebenaran dan kebathilan dan lain sebagainya. Semuanya merupakan sebuah pilihan yang berada di tangan manusia, karena manusia telah dianugerahi oleh Allah kemampuan untuk memilih, tentu dengan konsekuensi dan pertanggung jawaban masing-masing. “Bukankah Kami telah memberikan kepada (manusia) dua buah mata,. lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan; petunjuk dan kesesatan”. (QS. Al-Balad: 8-10)

          Sifat Jalilah yang dimaksudkan oleh beliau adalah sifat-sifat yang menunjukkan kekuasaan, kehebatan, cepatnya perhitungan Allah dan kerasnya ancaman serta adzab Allah swt yang akan melahirkan sifat Al-Khauf (rasa takut, khawatir) pada diri hamba-hambaNya. Manakala Sifat Jamilah adalah sifat-sifat yang menampilkan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyayang, Pengampun, Pemberi Rizki dan sifat-sifat lainnya yang memang sangat dinanti-nantikan kehadirannya oleh setiap hamba Allah swt tanpa terkecuali. Dan jika dibuat perbandingan antara kedua sifat tersebut, maka sifat jamilah Allah jelas lebih banyak dan dominan dibanding sifat jalilahNya.

Pada tataran Implementasinya, pemahaman yang benar terhadap kedua sifat Allah tersebut bisa ditemukan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. Anas menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah bertakziah kepada seseorang yang akan meninggal dunia. Ketika Rasulullah bertanya kepada orang itu, “Bagaimana kamu mendapatkan dirimu sekarang?”, ia menjawab, “Aku dalam keadaan harap dan cemas”. Mendengar jawaban laki-laki itu, Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah berkumpul dalam diri seseorang dua perasaan ini, melainkan Allah akan memberikan apa yang dia harapkan dan menenangkannya dari apa yang ia cemaskan”.                 (HR. At Tirmidzi dan Nasa’i).

Sahabat Abdullah bin Umar ra seperti dinukil oleh Ibnu Katsir memberikan kesaksian bahwa orang yang  dimaksud oleh ayat-ayat di atas adalah Utsman bin Affan ra. Kesaksian Ibnu Umar tersebut terbukti dari pribadi Utsman bahwa ia termasuk sahabat yang paling banyak bacaan Al Qur’an dan sholat malamnya. Sampai Abu Ubaidah meriwayatkan bahwa Utsman terkadang mengkhatamkan bacaan Al Qur’an dalam satu rakaat dari sholat malamnya. Sungguh satu tingkat kewaspadaan hamba Allah yang tertinggi bahwa ia senantiasa khawatir dan cemas akan murka dan ancaman adzab Allah swt dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepadaNya. Disamping tetap mengharapkan rahmat Allah melalui amal sholehnya.

 Betapa peringatan dan cobaan Allah justru datang saat kita lalai, saat kita terpesona dengan tarikan dunia dan saat kita tidak menghiraukan ajaran-ajaranNya, agar kita semakin menyadari akan keberadaan sifat-sifat Allah yang Jalillah maupun yang Jamilah untuk selanjutnya perasaan harap dan cemas itu terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Boleh jadi saat ini Allah masih berkenan hadir dengan sifat JamilahNya dalam kehidupan kita karena kasih sayangNya yang besar, namun tidak tertutup kemungkinan karena dosa dan kemaksiatan yang selalu mendominasi perilaku kita maka yang akan hadir justru sifat JalilahNya. Na’udzu biLlah. Memang hanya orang-orang yang selalu waspada yang mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi. Saatnya kita lebih mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam segala bentuknya agar terhindar dari sifat Jalilah Allah swt dan senatiasa meraih sifat jamilahNya. Dan itulah tipologi manusia yang dipuji oleh Allah dalam firmanNya yang bermaksud, “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia senantiasa cemas dan khawatir akan (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS. Az-Zumar [39]: 9)

Semoga kasih sayang Allah yang merupakan cermin dari sifat JamilahNya senantiasa mewarnai kehidupan ini dan menjadikannya sarat dengan kebahagiaan, ketentraman dan kesejahteraan lahir dan bathin. Dan pada masa yang sama, Allah berkenan menjauhkan bangsa ini dari sifat JalilahNya yang tidak mungkin dapat dibendung dengan kekuatan apapun karena memang mayoritas umat ini mampu merealisasikan nilai iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Amin.



-------------------------------------------------------------------------------------------



JALAN MENUJU MA’RIFAT DAN HAKIKAT

Oleh    :Drs. H. Imron Rosadi, MA





MA’RIFAT



          Ma’rifat artinya pengetahuan, dan dalam arti umum ialah ilmu atau pengetahuan yang diperoleh melalui akal. Dalam kajian ilmu tasawuf “Ma’rifat adalah mengetahui Tuhan dari dekat, sehingga hati sanubari dapat melihat Tuhan”. Inilah yang dikemukakan Harun Nasution dalam Falsafat & Mistisisme dalam Islam.

          Lewat hati sanubari seorang sufi dapat melihat Tuhan. Dan kondisi seperti itu (Ma’rifat) diungkapkan para sufi dengan menyatakan “Kalau mata yang terdapat dalam hati sanubari manusia terbuka, maka kepalanya akan tertutup dan ketika itu yang dilihatnya hanya Allah SWT”.

          Kondisi Ma’rifat dijelaskan dalam Ensiklopedi Islam (jilid tiga) bahwa Ma’rifat merupakan cermin. Jika seorang sufi melihat ke cermin, maka yang akan dilihatnya hanya Allah SWT. Artinya bahwa yang dilihat orang Arif sewaktu tidur maupun bangun hanya Allah SWT. Dengan ungkapan ini terlihat begitu dekatnya seorang sufi dengan Tuhannya, dan kondisi Ma’rifat ini mengisyaratkan bahwa Ma’rifat adalah anugerah dari Tuhan. Tuhanlah yang berkenan memberikan pengetahuan langsung dengan mengenugerahkan kemampuan kepada orang yang dikehendaki untuk menerima Ma’rifat. Ma’rifat merupakan cahaya yang memancar ke dalam hati, menguasai yang ada dalam diri manusia dengan sinarnya yang menyilaukan. Sekiranya Ma’rifat mengambil bentuk materi, semua orang yang melihat akan mati karena tak tahan melihat kecantikan serta keindahannya, dan semua cahaya akan menjadi gelap di samping cahaya keindahannya yang gilang gemilang.

          Sufi pertama yang menonjolkan konsep Ma’rifat dalam tasawufnya adalah ZUNNUN al-MISRI (Mesir, 180 H / 796 M – 246 H / 860 M). Ia disebut “Zunnun” yang artinya “Yang empunya ikan Nun”, karena pada suatu hari dalam pengembaraannya dari satu tempat ke tempat lain ia menumpang sebuah kapal saudagar kaya. Tiba-tiba saudagar itu kehilangan sebuah permata yang sangat berharga dan Zunnun dituduh sebagai pencurinya. Ia kemudian disiksa dan dianiaya serta dipaksa untuk mengembalikan permata yang dicurinya. Saat tersiksa dan teraniaya itu Zunnun menengadahkan kepalanya ke langit sambil berseru: ”Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Tahu”. Pada waktu itu secara tiba-tiba muncullah ribuan ekor ikan Nun besar ke permukaan air mendekati kapal sambil membawa permata di mulut masing-masing. Zunnun mengambil sebuah permata dan menyerahkannya kepada saudagar tersebut.

Dalam pandangan umum Zunnun sering memperlihatkan sikap dan perilaku yang aneh-aneh dan sulit dipahami masyarakat umum. Karena itulah ia pernah dituduh melakukan Bid’ah sehingga ditangkap dan dibawa ke Baghdad untuk diadili di hadapan Khalifah al-Mutawakkil (Khalifah Abbasiyah, memerintah tahun 232 H / 847 M – 247 H  / 861 M). Zunnun dipenjara selama 40 hari. Selama di dalam penjara, saudara perempuan Zunnun setiap hari mengirimkan sepotong roti, namun setelah dibebaskan, di kamarnya masih didapati 40 potong roti yang masih utuh.

          Menurut Abu Bakar al-Kalabazi (W. 380 H / 990 M) dalam al-Ta’aruf li Mazahib Ahl at Tasawwuf (Pengenalan terhadap mazhab-mazhab Ahli Tasawuf), Zunnun telah sampai pada tingkat Ma’rifat yaitu maqam tertinggi dalam Tasawwuf setelah menempuh jalan panjang melewati maqam-maqam: Taubat, Zuhud, Faqir, Sabar, Tawakal, Ridha dan cinta atau Mahabbah. Kalau Ma’rifat adalah mengetahui Tuhan dengan hati sanubari, maka Zunnun telah mencapainya. Maka, ketika ditanya tentang bagaimana Ma’rifat itu diperoleh ia menjawab : “Araftu rabbi bi rabbi walau la rabbi lama araftu rabbi”. (Aku mengetahui Tuhanku karena Tuhanku, dan sekiranya tidak karena Tuhanku, niscaya aku tidak akan mengetahui Tuhanku). Kata-kata Zunnun ini sangat populer dalam kajian ilmu Tasawwuf.

          Zunnun mengetahui bahwa Ma’rifat yang dicapainya bukan semata-mata hasil usahanya sebagai sufi, melainkan lebih merupakan anugerah yang dilimpahkan Tuhan bagi dirinya. Ma’rifah tidak dapat diperoleh melalui pemikiran dan penalaran akal, tetapi bergantung pada kehendak dan rahmat Tuhan. Ma’rifat adalah pemberian Tuhan kepada Sufi yang sanggup menerimanya.

          Selanjutnya ketika mengungkapkan tokoh Zunnun Ensiklopedi Islam menjelaskan bahwa Zunnun membagi Ma’rifat ke dalam tiga tingkatan yaitu:
Tingkat awam. Orang awam mengenal dan mengetahui Tuhan melalui ucapan Syahadat.
Tingkat Ulama. Para Ulama, cerdik – pandai mengenal dan mengetahui Tuhan berdasarkan logika dan penalaran akal.
Tingkat Sufi. Para Sufi mengetahui Tuhan melalui hati sanubari.



Ma’rifat yang sesungguhnya adalah Ma’rifat dalam tingkatan Sufi, sedangkan Ma’rifat pada tingkat awam dan tingkat ulama lebih tepat disebut ilmu. Zunnun membedakan antara ilmu dan Ma’rifat.

          Ciri-ciri orang ‘Arif atau orang yang telah sampai kepada Ma’rifat adalah
Cahaya Ma’rifatnya yang berupa ketaqwaan tidak pernah padam dalam dirinya.
Tidak meyakini hakikat kebenaran suatu ilmu yang menghapuskan atau membatalkan Zahirnya.
Banyaknya nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya tidak membuatnya lupa dan melanggar aturan Tuhan.

Dijelaskan bahwa akhlaq Sufi tidak ubahnya dengan akhlaq Tuhan. Ia baik dan lemah lembut serta senantiasa berusaha agar seluruh sikap dan perilakunya mencerminkan sifat-sifat Tuhan.

Namun demikian untuk mencapai tingkat ini tidaklah mudah meskipun selintas dapat dipahami bahwa Ma’rifat didapat dengan ikhlas beribadah dan sungguh-sungguh mencintai dan mengenal Tuhan, sehingga Allah SWT berkenan menyingkap tabir dari pandangan Sufi untuk menerima cahaya yang dipancarkan, yang pada akhirnya Sufi dapat melihat keindahan dan keesaan-Nya. Jalan yang dilalui seorang Sufi tidaklah mulus dan mudah. Sulit sekali untuk pindah dari satu maqam ke maqam yang lain. Untuk itu seorang Sufi memang harus melakukan usaha yang berat dan waktu yang panjang, bahkan kadang-kadang ia masih harus tinggal bertahun-tahun di satu maqam.

Dalam pada itu Ma’rifatpun harus dicapai melalui proses yang terus-menerus. Semakin banyak seorang Sufi mencapai Ma’rifat, semakin banyak yang diketahui tentang rahasia-rahasia Tuhan, meskipun demikian tidak mungkin Ma’rifatullah menjadi sempurna, karena manusia sungguh amat terbatas, sementara Tuhan tidak terbatas. Karena itu al-Junaid al-Baghdadi, seorang tokoh Sufi modern berkomentar tentang keterbatasan manusia dengan mengatakan “Cangkir teh takkan mungkin menampung semua air laut”.

Paham Ma’rifat Zunnun dapat diterima al-Ghazali sehingga paham ini mendapat pengakuan Ahlussunah wal Jama’ah. Al-Ghazali sebagai figur yang berpengaruh di kalangan Ahlussunah wal Jama’ah diakui dapat menjadikan Tasawwuf diterima kaum syari’at. Sebelumnya para ulama memandang Tasawuf seperti yang diajarkan al-Bustami (W. 261 H / 874 M) dan al-Hallaj (244 - 309 H / 858 – 922 M) khususnya menyimpang dengan paham Hulul / Ittihad / penyatuan yang dalam pemahaman “Kejawen” dikenal dengan “Manunggaling Kawulo Gusti”



HAKIKAT

Dalam Tasawuf hakikat adalah imbangan kata syariat yang identik dengan aspek kerohanian dalam ajaran Islam. Untuk merintis jalan mencapai hakikat seseorang harus memulai dengan aspek moral yang dibarengi aspek ibadah. Bila kedua aspek ini diamalkan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan akan dapat meningkatkan kondisi mental seseorang dari tingkat rendah secara bertahap ke tingkat yang lebih tinggi. Pada posisi tertinggi Tuhan akan menerangi hati sanubarinya dengan nur-Nya, sehingga ia betul-betul dapat dekat dengan Tuhan, mengenal Tuhan dan melihat-Nya dengan mata hatinya.

Di kalangan Sufi orang yang telah mencapai tingkatan ini disebut ahli hakikat. Kalau dihubungkan dengan Tuhan, hakikat adalah sifat-sifat Allah SWT, sedangkan Zat Allah disebut al-Haqq. Sufi yang dikenal dengan faham hakikat adalah Abu Yazid al-Bustami dan al-Hallaj yang pernah menyatakan “Ana al-Haqq”.

Pembicaraan mengenai masalah ini tentu tidak bisa dilepaskan dari konsep Ittihad, Hulul dan Tawhid yang dalam pemahaman selintas dapat diartikan sebagai penyatuan makhluk dan Khalik. Para ulama Syari’at dalam Islam memandang konsep ini bertentangan dengan Islam. Oleh karena itu sebagaimana diketahui al-Hallaj mati dibunuh karena mempunyai faham Hulul dan seperti di Jawa Syekh Siti Jenar juga mengalami hal serupa. Kaum Sufi yang mempunyai faham ini kelihatannya merasa takut untuk membicarakan Ittihad, Hulul dan Tawhid. Karena itulah uraian tentang hal ini hanya dijumpai dalam karangan-karangan modern dan tulisan-tulisan para Orientalis.

Ittihad adalah satu tingkatan dalam Tasawuf ketika seorang Sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. Saat itulah terjadi penyatuan antara yang mencintai dan yang dicintai. Dalam kondisi Ittihad seperti inilah satu sama lain dapat memanggil Ya Ana (wahai aku). Meskipun yang terlihat hanya satu wujud pada hakekatnya terdapat dua wujud yang berbeda.

Adapun Hulul berarti menempati atau mengambil tempat. Dalam Tasawuf, Hulul berarti suatu keadaan (hal) yang dicapai seorang Sufi ketika aspek an-nasut (sifat kemanusiaan) Allah SWT bersatu dengan aspek al-Lahut (sifat ketuhanan) yang ada pada manusia. Hulul merupakan salah satu bentuk kebersatuan antara Allah SWT dan manusia. Kondisi ini dapat terjadi apabila manusia dapat mencapai Fana’ dengan menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan yang dimilikinya sehingga yang tersisa hanyalah sifat-sifat ketuhanannya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Harun Nasution bahwa sebelum seorang Sufi dapat bersatu dengan Tuhan ia harus lebih dahulu menghancurkan dirinya. Selama ia belum dapat menghancurkan dirinya, yaitu selama ia masih sadar akan dirinya, ia tak akan dapat bersatu dengan Tuhan. Penghancuran diri ini dalam Tasawuf disebut Fana’.

Penghancuran diri dalam Fana’ ini senantiasa diiringi dengan Baqa’ yang berarti tetap atau terus hidup. Fana’ dan Baqa’ merupakan dua sisi mata uang atau kembar dua sebagaimana penjelasan Sufi “Jika kejahilan (kebodohan) seseorang hilang yang akan tinggal ialah pengetahuan”.

Pada saat seorang Sufi telah mencapai hancurnya perasaan atau kesadaran tentang adanya tubuh kasar manusia dalam arti tidak disadarinya maka yang akan tinggal hanyalah wujud rohaninya dan ketika itulah ia dapat bersatu dengan Tuhan. Dalam kajian Tasawuf, Abu Yazid al-Bustamilah (W. 874 M) yang dipandang sebagai Sufi pertama yang memunculkan faham Fana’ dan Baqa’.

Faham tersebut tersimpul dalam kata-katanya: “Aku tahu pada Tuhan melalui diriku, hingga aku hancur, kemudian aku tahu pada-Nya melalui diri-Nya, maka akupun hidup”. Selanjutnya ia pun mengungkapkan: “Ia membuat aku gila pada diriku sehingga aku mati, kemudian Ia membuat aku gila pada-Nya, dan akupun hidup.......Aku berkata: Gila pada diriku adalah kehancuran dan gila pada-Mu adalah kelanjutan hidup”.

Kelihatannya Zunnun al-Misri baru sampai ke tingkat Ma’rifat sementara Abu Yazid al-Bustami telah melewati tingkat tersebut dan mencapai Fana’ dan Baqa’ seterusnya Ittihad, bersatu dengan Tuhan.

Dalam keadaan Hulul seorang Sufi dapat mengeluarkan kata-kata yang aneh dalam pendengaran awam, seperti yang diucapkan oleh al-Hallaj: “Ana al-Haqq (Aku adalah Yang Maha Benar)”. Dalam istilah Sufi ungkapan-ungkapan seperti ini disebut Syatahat. Munculnya istilah seperti ini disebabkan oleh rasa cinta yang berlimpah. Menurut faham Hulul al-Hallaj, sebenarnyalah yang mengeluarkan kata-kata tersebut bukan roh al-Hallaj, melainkan unsur an-nasut Allah yang sedang mengambil tempat bersatu dengan unsur al-lahut al-Hallaj. Bukan pula pada Zat Allah, melainkan unsur an-nasut-Nya yang mengambil tempat pada unsur lahut manusia. Hal ini terlihat dari ungkapan syairnya: “Aku adalah Rahasia Tuhan Yang Maha Benar, dan bukanlah yang Maha Benar itu Aku, Aku hanya satu dari yang benar, bedakanlah antara kami atau aku dan Dia Yang Maha Benar”.

Dalam Hulul proses kemanunggalan Allah SWT dan manusia itu adalah Allah SWT turun mengisi dan memasuki serta mengambil tempat pada tubuh-tubuh manusia yang Ia pilih, sedangkan dalam Ittihad roh manusia naik (Mi’raj), lebur manunggal di alam Ketuhanan.



Wallahu a’lamu bisshawab

Pilihan Waktu/Jam Keluar Rumah/ Berangkat Kerja/ Tugas Atau Menuju KeTempat Kebaikan


Pilihan Waktu/Jam  Keluar Rumah/ Berangkat Kerja/ Tugas Atau Menuju KeTempat Kebaikan

Dari Jam 06.00 Pagi S.D 17.0 Sore


Jam
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Ahad
06
Qomar

Marah

Atarif
Mustari

Jahil

Jaharoh
Syamsi
07

Jahil

Syamsi
Qomar

Marah

Atarif
Mustari

Marah

08
Mustari
Jaharoh

Jahil

Syamsi
Qomr

Marah

Atarif
09

Marah

Atarif
Mustari
Jaharoh

Jahil

Syamsi
Qomar
10
Syamsi
Qomar

Marah

Atarif
Mustari
Jaharoh

Jahil

11
Jaharoh

Jahil

Syamsi
Qomar

Marah

Atarif
Mustari
12
Atarif
Mustari

Jahil

Jahil

Syamsi
Qomar

Marah

13
Qomar
marah
Atarif
Mustari
Jaharoh

Jahil

Syamsi
14

Jahil

Syamsi
Qomar

Marah

Atarif
Mustari
Jaharoh
15
Mustari
jaharoh

Jahil

Syamsi
Qomar

Marah

Atarif
16

Marah

Atarif
Mustari
Jaharoh

Jahil

Syamsi
Qomar
17
Mustari
Qomar
Jaharoh
Atarif
Mustari
Jaharoh

Jahil


Makna:
  1. Syamsi             : kemuliaan dunia dan akherat.
  2. Qomar             : menang segala cita cita.
  3. Atarif              : beroleh ilmu jika dituntut.
  4. Jaharoh            : kasih sayang segala manusia.
  5. Mustari            : mendapat kebaikan.
  6. Jahil                :berbantah bantahan antara keduanya.
  7. Marah                        :kecelakaan besar.


















Doa ketika dalam perkara
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
حسبي الله لديني حسبي الله لدنياي حسبي الله لما اهمني حسبي الله لمن بغى علي حسبي الله لمن كادني بسوء ولا حول ولا قوة الا بالله
Hasbiyallaahu lidiinii hasbiyallaahu lidun-yaaya hasbiyallaahu limaa ahammanii hasbiyallaahu liman baghaa alayya hasbiyallaahu liman kaadanii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billaah
cukuplah allah sebagai penolongku dalam agamaku, cukuplah allah sebagai penolongku dalam duniaku, cukuplah allah sebagai penolong dalan kesusahanku, cukuplah allah sebagai penolong terhadap orang yang berbuat aniaya kepadaku,  dan cukupkalah allah sebagai penolongku terhadap orang yangmelancarkan tipu daya jahat terhadapku, dan tiada daya untuk menghindar dari kemaksiatan dan tiada kekuatan untuk beribadah kecuali dengan pertolongan allah.

Doa tolak balak

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah lagi mmaha penyayang

اللهم ادفع عناالغلاء والبلاء والوباء والفحشاءوالمنكروالسيوف المحتلفة والشدائد والمحن ماظهر منها ومابطن من بلدنا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كل شيئ قدير
Allaahummad fa``annal ghalaa-a wal balaa-a wal wabaa-a wal fahsyaa-a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa-ida wal mihana maa zhahara minhaa wamaa bathana mim baladinaa khaashshataw wamim buldaanil muslimiina `ammah. Innaka `alaa kulli syai-in qadiir.
ya allah hindarkanlah kami dari resesi ekonomi , musibah, penyakit, kekejian, kemungkaran dan bencana yang timbul karena perang, kesulitan kesulitan dari berbagai petaka baik yang lahir maupun yan batin dari negeri kami khususnya atau dari negeri kaum muslimin pada umumnya, sesungguhnya enkau maha kuasa atas segala sesuatu.

Doa mustajab

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah  lagi maha penyayang

اللهم اني اسئلك رحمة من عندك تهدي بها قلبي وتجمع بها شملي وتردبهاالفتنة عني
Allaahumma innii as-aluka rahmatam min `indika tahdii bihaa qalbii wtajma`u bihaa syamlii wataruddu bihal fitnata `annii
ya allah sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisimu yang dapat memberikan petunjuk pada kalbuku dan menhimpun semua kekuatanku serta dapat menolak fitnah yang akan menimpa diriku.

Doa memohon ampunan bagi ibu bapak
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah  lagi maha penyayang
اللهم اغفر لي ذنوبي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا
Allaahummagh firlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa
ya allah ampunilah dosa dosaku dan dosa dosa kedua orang tuaku, kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasuhku semasa kecil
ولجميع المئومنين والمئومنات والمسلمين والمسلمات الاحياء والاموات وتابع بيننا وبينهم بالخيرات
Walijamii`il mu-miniina wal mu-minaati wal muslimiina wal muslimaati al ahyaa-I minhum wal amwaat, wataabi` bainanaa wabainahum bil khairaat.
juga bagi kaum mukmin laki laki dan perembpuan baik yan masih hidup maupun yan sudah tiada dan curahkanlah kebaikan kebaikan bagi kami.
رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين ولاحولا ولاقوة الا بالله العلي العظيم
Rabbighfir warham wa-anta khairur raahimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil `aliyyil `azhiim
ya tuhanku  ampunilh dan rahmatilah engkau adalah sebaik baik pemberi rahmat dan tiada daya untuk menghindari kemaksiatan dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali dengan pertolongan allah yang mahantinggi dan maha besar.

Tasbih mohon dibebaskan dari utang

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
سبحان المنفس عن كل مديون سبحان المفرج عن كل محزون سبحان من كان امره بين الكاف والنون سبحان من اذااراد شيئا ان يقول له كن فيكون يامفرج الهموم وياحي ياقيوم
Subhaanal munaffisi `ankulli madyuun, subhaanal mufarriji `ankulli mahzuun, subhaana mankaana amruhuu bainal kaafi wan nuun subhaana man idzaa araada syai-an ayyaquula lahuu kun fayakuun, yaa mufarrijal humuumi wayaa hayyu yaa qayyuum.
mahasuci tuhan yang dapat memberikan jalan keluar bagi orang orang yang berutang, mahasuci tuhan yang dapat memberikan penawar bagi orang yang kesusahan, mahasuci tuhan yang perintahnya antara kaf dan nun, mahasuci tuhan yang apabila menghendaki sesuatu dia tingal berkata kepadanya, “jadilah”, maka terjadilah ia, wahai yang dapat melenyapkan kekuasaan, wahai yang hidup kekal, wahai yang terus menerus mengurus mahluqnya.

صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Shalli `alaa sayyidinaa muhammadiw wa`alaa aalihii washahbihii wasallim
limpahkanlah rahmat dan salam kepada jujjungan kami nabi muhammad, keluarga serta para sahabarnya.

 


Sholawattausi’ul arzaaq wa tahsinul akhlaaq


Jika sholawat ini diamalkan secara rutin, maka dapat memperluas rizki dan memperindah ahlaq. Caranya dibaca 11x setiap selesai dari sholat fardhu lima waktu

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang


اللهم صل على سيدنا محمد صلاة توسع بها علينا الارزاق وتحسن بها لناالاخلاق وعلى اله وصحبه وسلم
Allaahumma shalli `alaa sayyidinaa muhammadin shalaatan tuwassi`u bihaa `alainal arzaaqa watuhassinu bihaa lanal akhlaaqa wa alaa aalihii washahbihii wa sallim.
“yaa allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi muhammad SAW, dengan rahmat yang dapat memperluas rizki kami dan ahlaq kami, juga kepada keluarga dan sahabarnya”

DOA SAAT SUSAH MENCARI KEPRLUAN HIDUP

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang


اللهم رضني بقضاءك وبارك لي فيما قدر حتى لااحب تعجيل مااخرت ولا تأخيرماعجلت
Allaahumma radhdhinii biqadhaa-ika wabaarik lii fiimaa quddira hattaa laa uhibba ta`jiila maa akhkharta walaa ta-khiira maa `ajjalta
Ya Allah berikanlah rasa puas padaku dengan ketetapan-Mu dan berkatilah aku dengan semua yang telah dipastikan bagiku sehingga aku tidak menyukai keseraan dari apa yang Engkau tangguhkan dan tidak pula menyukai penangguhan dari apa yang Engkau segerakan

WIRIDAN IMAM AL-GHAZALI

1.     Pada hari Ahad membaca:

يا حي يا قيوم .....1000

Yaa hayyu yaa qayyuum 1000x
Wahi dzat yang hidup, wahai yang terus menerus mengurus mahluk nya (dibaca 1000 x)
2.     Pada hari Senin membaca:

 لا حولا ولا قوة الا بالله العلي العظيم....1000

Laa khaula walaa quwwata illaa billaahil `aliyyil `azhiim 1000x
Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongannya yang maha tinggi lagi maha agung.
3.     Pada hari Selasa membaca:

اللهم صل على سيدنا محمد.......1000

Allaahumma shalli `alaa sayyidinaa Muhammad 1000x
Ya allah limpahkanlah rahmat atas jujnjungan kami nabi muhammad Saw.
4.     Pada hari Rabu membaca:

استغفر الله العظيم........1000

Astaghfirullaahal `azhiim 1000x
Aku memohon ampunan allah yang maha agung.
5.     Pada Hari Kamis membaca:

سبحان الله العظيم.....1000

Subhaanallaahil `azhiim 1000x
Maha suci allah yang maha agung.
6.     Pada hari Jum`at membaca:
ياالله.....1000
Yaa Allah 1000x
          Wahai allah.
7.     Pada hari Sabtu membaca:
لااله الاالله...........1000
Laa ilaaha illallaah 1000x
         Tiada tuhan yang berhak dan wajib disembah selain engkau
         Wiridan tersebut lebih utama dibaca setiap selesai dari salat tahajjud
         di tengah   malam.

TUNTUNAN ISLAM MENYAMBUT KELAHIRAN SANG BAYI
1.    Tahniah (berita gembira dan ucapan selamat)
2.    Membacakan adzan dan iqomah di telina kanan/kiri
3.    Tahnik (membersihkan mulut bayi bagian atas.
4.    Memcukur rambut kepala pada hari ke 7.
5.    Memotong aqeqoh (hari ke 7) 2 ekor kambing (untuk bayi laki laki) 1 ekor kambing untuk bayi perempuan.
6.    Tasmiyah memberi nama yang baik

Daro buku :        menyambut kedatangan bayi
Oleh           nasyat AL MAA\SRI GIP JAKARTA 1989










Bab nikah

Doa mohon jodoh dan anak soleh

ربنا هب لنا من ازواجنا وذريتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما

 

Doa  supaya lekas dapat jodoh


اللهم ابعث بعلا صالحالخطبتى وعطف قلبه علي بحق كلامك القديم وبرسولك الكريم بالف الف لاحولا ولا قوة الا بلله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Doa akan aqad nikah


اللهم كما انعمت خطبتنا وتصديق اقوالنا وتجهيز اصهارنا نسألك بجاه نبيك الوسيم سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم الرسول العميم المعصوم من الشيطان الرجيم ان تقبل املاكنا وتبلغ مرامنا وتثبت اقدامناوتنصر على اعدائنا وتسر عيوبنا وتغفر ذنوبناوتجمع اخواننا حيثمادعونا انك على ما تشاء قدير وبالاجابة جدير اللهم يافاتح البركات ويا قاضى الحاجات يابديع الارض والسموات سبحان ربك رب العزة عمايصفون والحمد لله رب العالمين

Pasrah wali kepada penghulu/kyai ijab wali kepada penghulu:

وكلتكم فى تزويج بنتى (.....بن....) من هذا الروس اسمه ...بمهر.... حالا مئوجلا
Qobul dari penghulu/kyai:

قبلت توكيلكم

Khutbah nikah:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله الذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا وصهرا خلق ادم ثم خلق زوجته حواء من ضلع من اضلاعه اليسرى فلما سكن اليها قالت الملائكة ياادم حتى تئو دى لها مهرا قال وما مهرها؟ قالوا ان تصلي على سيدنا محمد


خاتم النبيين و امام المرسلين فوفى المهر وخطب الامين جبريل عليه السلام وزوجهاعلى ذالك الملك القدوس السلام وشهيد اسرافيل وميكائيل وبعض المقربين بدارالسلام فصارذلك سنة اولاد على تعاقب السنن والعام احمده ان خلق لكم من انفسكم ازواجالتسكنوا اليها وجعل بينكم مودة ورحمة واشكره ان جعلكم شعوبا وقبائل بالتناسل الذى هو اصل كل نعمة واشهد ان لا اله الا الله مبدع نظام العالم على اكمل حكمة لااله الاهو تبارك الله رب العالمين
واشهد ان سيدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا وقرة اعيننا محمدا رسو ل الله حبيب الرحمن ومجتباه القائل رحبب الي من دنياكم النساء والطيب وجعلت قرة اعينى فى الصلاة وقال يامعشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فطوبى لمن اقر بذالك عين رسول الله صلى الله عليه وعلى اله وصحبه والتابعين اما بعد فياايها الذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون واعلموا ان النكاح من السنن المرغوبة التى عليها مدار الاستقامة اذ من تزوج فقد كمل نصف دينه كما اخبر بذالك الحبيب المبعوث من تهامة وقال تناكحوا تناسلوا فانى اباهى بكم الامم يوم القيامة وقد حث عليه المنان بقوله وانكحوالايامى  منكم والصالحين وهذا عقد مبارك ميمون واجتماع على حصول خير يكون ان شاء الله الذى اذا اراد شيئا ان يقول له كن فيكون اقول قولى هذا واستغفروا الله العظيم لى ولكم ولوالدي ولوالديكم ولمشايحي ولمشايحكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمئونتين والمئومنات فاستغفروه انه هوالغفور الرحيم (استغفرالله العظيم الذي لااله الا هو القيوم واتوب اليه 3 )اشهد انلا اله الا الله واشهد ان محمدارسول الله
السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

Akad nikah


الحمد لله المحمود بنعمته المعبود بقدرته المطاع بسلطانه المرهوب من عذابه وسطوته النافد امره فى سمائه وارضه الذى خلق الخلق بقدرته وسيرهم باحكامه ومشيئته وجعل المصاهرة سببا لاحقاوامرامفترضااوشج اى شبك به الانام واكرم به الارحم فقال عز من قائل وهو الذى خلق من الماء بشرا فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا ولكل قدر اجل كتاب يمحوالله مايشاء ويثبت وعنده ام الكتاب

Lafadh ijab dan qabul

vIjab dari wali kepada pengantin putera

يا....بن....هذا أوصيك بتقوى الله ازوجك على ما امرالله تعالى به من امساك بمعروف اوتسريح باحسان يا....انكحتك وزوجتك...بنتي بمهر...حالا \مئوجلا
v Qobul dari pengantin putra

قبلت نكحهاوتزويجهالنفسى بالمهر المذكور حالا\مئوجلا

Bila pengantin diwakilkan

v Ijab wali kepada wakil pengantin putra

زوجت...بنت\بنتي...موكلك....بمهر....حالا\مئوجلا

v Qobul dari wakil pengantin putra

قبلت نكاحها وتزويجها ل....موكلى بالمهر المذكور حالا\مئوجلا

v Ijab dari wakil pengantin putrid

انكحتك وزوجتك....بنت....موكلى بالمهر....حالا\مئوجلا

v Qobul dari pengantin putra

قبلت نكاحهاوتزويجهالنفسى بالمهر المذكور حالا\مئوجلا

Doa akad nikah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنامحمد وسلم ورضي الله تعالى عن ساداتنا اصحاب رسول الله اجمعين بارك الله لهما وبارك الله عليهما واجمع بينهما فى خير اللهم الف بينهما كما الفت بين الطين والماء والف بينهما كما الفت بين ادم وحواء والف بينهما كما الفت بين ابراهيم و سارة والف بينهما كما الفت بين يوسف وزليخا والف بينهما كما الفت بين موسى وصافوراء والف بينهما كما الفت بين على وفاكمة زهراء اللهم الف بينهما المحبة والوداد وارزقهما النسل الصالح من البنات والاولاد حتى يرون الاسبط والاحفاد ووسع عليهما من الرزق الحلال ما يكون لهما الكفاية والزاد واحفظهما من مكايد الخلق اجمعين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Do`a temu manten

اللهم اني اسألك خيرها وخيرما جبلتها عليه واعوذبك من شرها وشرما جبلتها عليه
Do`a masuk kamar pengantin

بسم الله والسلام على رسول الله السلام عليكم

Do`a jima`

بسم الله اللهم جنبناالشيطان وجنب الشيطان ماورزقتنا

Do`a keluar mani/inzal
الحمد لله الذى خلق من الماء بشرا فجعله نسباوصهرا وكان ربك قديرا
Do`a agar  cepat dikarunia anak
رب لاتذرنىفردا وانت خير الوارثين

Bab jama’ dan qosor

Sholat jama’

Sholat jama’ adalah sholat yang dikumpulkan, artinya  dua sholat fardlu dikerjakan dalam stu waktu, misalnya sholat dhuhur dan ‘ashar dikerjakan di waltu dhuhur atau diwaktu ashar
Syarat syah sholat jama’ :
  1. Perjalanan bukan karena maksiat.
  2. Jauhnya berjalan berjarak 80.640 km/lebih
  3. Niat sholat jama’ dalam takbirotul ikrom
  4. Sholat yang boleh di jama’ yaitu maghrib isa dan dhuhur asar.
Sholat jama’ ada dua:
1.       Jama’ taqdim : sholat dhuhur+ashar dikerjakan diwaktu dhuhur, sholat magrib+isa dikerjakan diwaktu  maghrib.
      Ket : sholat jama’ yang pertama dan yang kedua harus berturut turut
2.       Jama’ ta’khir :sholat dhuhur+ashar dikerjakan di waktu ashar, sholat maghrib+isa dikerjakan di waktu isya.
      Ket : berniat di waktu pertama bahwa ia akan melakukan sholat prtama di waktu kedua atau dengan niat:
نويت تأحير الظهر الى العصر لاجمع بينهما
نويت تأحير المغرب الى العشاء لاجمع بينهما
niat sholat jama’ taqdim:
1.      sholat dhuhur+ashar
اصلى فرض الظهر اربع ركعات مجموعا اليه العصر تقديما لله تعالى اصلى فرض العصر اربع ركعات مجموعا اليه بالظهر تقديما لله تعالى
2.      sholat maghrib+isya
اصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا اليه العشاء تقديما لله تعالى
اصلى فرض العشاء اربع ركعات مجموعا بالمغرب تقديما لله تعالى
Niat sholat jama’ ta’khir:
1.      sholat dhuhur+ashar
اصلى فرض الظهر اربع ركعات مجموعا اليه العصر تأحيرا لله تعالى
اصلى فرض العصر اربع ركعات مجموعا اليه بالظهر تأحيرا لله تعالى

2.      sholat maghrib+isya
اصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا اليه العشاء تأحيرا لله تعالى
اصلى فرض العشاء اربع ركعات مجموعا اليه بالمغرب تأحيرا لله تعالى

Sholat qoshor


sholat qoshor adlah sholat yang diringkas, artinya yang asalnya empat rokaat, dijadikan dua rokaat, sholat yang dapat di qoshor yaitu dhuhur, ashar, dan isya
     adapun maghrib dan shubuh tidak boleh di qoshor.

Perhatikan firman allah berikut :
واذا ضربتم فى الارض فليس عليكم جناح ان تقصروا من الصلاة ان حفتم ان يفتنكم الذين كفروا ان الكافرين كانوا لكم عدوا مبينا (النساء:101)
artinya: apabila kamu berjalan di muka bumi, maka tiada halangan bagi kmu untuk meringkas sholat, jika maku takut dibinasakan oleh orang orang kfir. Sesungguhnya orang orang kafir itu adalah musuh kamu yang amat nyata.(QS an nisa 101)
Syarat syah sholat qoshor:
1.     perjalanan bepergian bukan karena maksiat
2.     jauhnya perjalanan berjarak 80.640 km/lebih.
3.     Niat sholat qoshor dalam takbirotul ikrom.
4.      Sholat yang di qoshor yaitu jumlah rokaatnya empat rokaat.

Niat sholat qoshor:

1.      Sholat dhuhur qoshor
اصلى فرض الظهر ركعتين قصرا لله تعالى
2.      Sholat ashar qoshor
اصلى فرض العصرركعتين قصرا لله تعالى
3.      Sholat isya qoshor
اصلى فرض العشاء ركعتين قصرا لله تعالى

Sholat jama’ dan qoshor

dhuhur + ashar jama’ taqdin di qoshor

اصلى فرض الظهر ركعتين قصرا مجموعا اليه العصر تقديما لله تعالى
اصلى فرض ا لعصر ركعتين قصرا مجموعا اليه بالظهر تقديما لله تعالى

 

maghrib + isya jama’ taqdim dan isya di qoshor

اصلى فرض المغرب ركعتين قصرا مجموعا اليه العشاء تقديما لله تعالى
اصلى فرض العشاء ركعتين قصرا مجموعا اليه بالمغرب تقديما لله تعالى

 

shuhur + ashar jama’ ta’khir di qoshor

اصلى فرض الظهر ركعتين قصرا مجموعا اليه العصر تأحيرا لله تعالى
اصلى فرض العصر ركعتين قصرا مجموعا اليه بالظهر تأحيرا لله تعالى

 

maghrib +isya jama’ ta’khir dan isya di qoshor

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا بالعشاء تأحيرا لله تعالى
اصلى فرض العشاء ركعتين مجموعا اليه المغرب تأحيرا لله تعالى

 

SHOLAT JUM`AT


ياايهالذين امنوا اذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا الى ذكر الله وذرواالبيع (الجمعة:9)
Artinya: hai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk sholat pada hari jum`at, maka hendaklah kamu segera mengingat Allah dan tinggalkan jual beli (QS al jumuah:9)

Muraqi` jum`at

Setelah adzan pertama, dilanjutkan membaca
الصلاة سنة قبلية الجمعة ركعتين رحمكم الله 3  الصلاة لااله الا الله
Setelah sholat qabliayah murroqi` menghadap ke makmum dan membaca:
يامعاشر المسلمين وزمرة المئومنين رحمكم الله روي عن ابى هريرة رضي الله عنه قال قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم اذا قلت لصاحبك يوم الجمعة انصت والامام يخطب فقد لغوت ومن لغى فلا حجمعة له (انصتوا واسمعوا واطيعوا رحمكم الله....3) لعلكم ترحمون
Atau membaca yang ini:
يامعاشر المسلمين وزمرة المئومنين رحمكم الله اعلموا ان يوم الجمعة سيد الايام اذا قلت لصاحبك يوم الجمعة انصت والامام يخطب فقد لغوت ومن لغى فلا جمعة له (انصتوا واسمعوا واطيعوا رحمكم الله....3) لعلكم ترحمون
Kemudian enghadap qiblat, terus membaca:
اللهم صل على سيدنا محمد 3 وعلى ال سيدنا محمد وبارك وسلم اللهم قو الاسلام من المسلمين والمسلمات والمئومنين والمئومنات الاحياء منهم والاموات وسيرهم على معان الذين رب اختم لنا منك بالخير وياخير الناصرين برحمتك ياارحم الراحمين
Do`a muraqi` diantara dua khutbah:
اللهم صل وزد وادم وانعم  وفضل وبارك بجلالك وكمالك على زين عبادك واشرف عبادك ومولانا محمد وعلى اله وصحبه وسلم ورضي الله تبارك وتعالى عن كل صحابة رسول الله اجمعين

Sholat tahiyatal masjid
Rosulullah Saw bersabda:
عن ابى قتادة قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم اذا دخل احدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلى ركعتين (رواه البخارى ومسلم)
artinya :  Dari abu qotadah, rosulullah Saw apabila salah seorang diantara kamu masuk ke masjid, maka jangan duduk sebelum sholat dua rokaat (HR Buhkori Muslim).
عن ابى ذر رضي الله عنه قال النبي صلى الله عليه وسلم يا ابا ذر ان للمسجد تحيته ركعتين فقم فاركعهما
artinya: dari abi dzarrin r.a, nabi bersabda: hey abu dzarrin, esunguhnya masjid    itu mempunyai hak untuk dihormati, adapun hak penghormatannya adalah sholat dua rokaat.


Niat sholat tahiyatal masjid:
اصلى سنة تحية المسجد ركعتين لله تعالى
apabila masuk masjid tidak sempat melakukan sholat tahiyatul masjid, disunahkan membaca:            سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم

Sholat Syukril Wudlu
Adalah sholat yang dilakukan etelah melakukan wudlu, bilangan rokaatnya ada dua rokaat dan hukumnya sunnat.
Sabda nabi Saw:
عن بلال رضي الله عنه قال النبي صلى الله عليه وسلم اذدخلت الجنة فرايت بلالا فيها فقلت لبلال بما سبقنى الى الجنة فقال بلال لا اعرف شيئا الا ان لا احدث وضوء الا صليت عقبه ركعتين
artinya :daro bilal .a nabi bersabda,’ketika aku masuk surga aku melihat bilal sudah berada di sana, lantas aku beratanya,’menapa kamu lebih awalk masuk surga?” bilal menjawab,’saya merasa tidak mempunyai amal perbuatan, namu setiap selesai wudlu daya selalu melakukan sholat’.
Niat sholat syukril wudlu:
اصلى سنة الشكر الوضوء ركعتين لله تعالى
ket:
­- rokaat awal setelah fatihah membaca:
ولو انهم اذ ظلمواانفسهم جائو ك فاستغفرواالله واستغفر لهم الرسول لوجدوالله توابا رحيما…….   استغفر الله العظيم 3
                                  قل ياايها الكافرون.......الح 1
- rokaat kedua setelah fatihah mambaca:
ومن يعمل سوأ اويظلم نفسه ثم يستغفر الله يجد الله غفورارحيما
استغفر الله العظيم 3 …………….قل هو الله احد......الح 1

Doa keluar dari rumah
بسم الله امنت بالله توكلت على الله لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم
Bismillahi amantu billah tawakkaltu `alallaahi laa haula walaa quwwata illaa billahil `aliyyil azhiimi
Artinya: dengan menyebut nama Allah aku beriman kepada Allah,  aku berserah diri kepada Allah tidak ada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung
Doa sewaktu berada di atas kendaraan
بسم الله مجرها ومرسها ان ربي لغفور رحيم
Bismillaahi majreha wa mursahaa inna rabbii laghofurur rahiim
Artinya: dengan menyebut Nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Doa sewaktu kendaraan mulai bergerak
بسم الله الرحمن الرحيم الله اكبر الله اكبر الله اكبر سبحان الذى سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وانا الى ربنا لمنقلبون اللهم انا نسألك فى سفرنا هذاالبر والتقوى ومن العمل ماترضى اللهم هون علينا سفرنا هذاواطو عنا بعده اللهم انت الصاحب فى السفر والخليفة فى الاهل اللهم اني اعوذبك من وعثاء السفر وكأبة المنظر وسوء المنقلب فى المال والاهل والولد
Artinya: dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menggerakkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tidak kuasa menggerakkannya. Dan sesungguhnya kami pasti kepada Tuhan, kami pasti akan kembali. Ya Allah kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan taqwa serta amal perbuatan  yang Kau ridhai. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkan jauhnya. Ya Allah Engkau adalah yang menyertai dalambepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari kesukaran dalam bepergian, penampilan yang buruk, kepulangan yang menyusahkan dalam hubungan dengan harta benda, keluarga dan anak. 

Doa ketika tiba di tempat tujuan
اللهم اني أسألك خيرها وخير اهلها وخير ما فيها واعوذ بك من شرها وشر ما فيها
Artinya: Ya Allah saya mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Dan saya berlindung pada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan yang ada di dalamnya.
Doa melihat ka`bah
اللهم زد هذاالبيت تشريفا وتعظيما زتكريما ومهابة وزد من شرفه وعظمه وكرمه ممن حجه اواعتمره تشريفا وتعظيما وتكريما وبرا
Allaahumma zid hazal-baita tasyrifan wa ta`ziman wa takriman wa mahabatan. Wa zid man syarrafahu wa azzamahu wa karramahu  mimman hajjahu awi`tamarahu tasyrifan wa ta`ziman wa takriman wa birran
Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan. Keagungan, kehormatan dan wibawa pada bait (ka`bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan
Doa waktu minum air zam-zam
اللهم اني اسألك علما نافعا ورزقا واسعا وشفاء من كل داء وسقم برحمتك ياارحم الراحمين
Allaahumma inni as-aluka `ilman naafi`an wa rizqan wasi`an wa syifa`an min kulli da-in wa saqamin, birahmatika yaa arhamar raahimiin
Artinya: Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizqi yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
RIYADHOH UMUM
بسم الله الرحمن الرحيم
1.              الفاتحة.....................3
2.              استغفر الله العظيم..................7
3.              لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم.......................7
4.              اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد.....7
5.              يا الله ياقديم....................11
6.              ياسميع يابصير................11
7.              يامبدئ ياخالق...................11
8.              ياحفيظ يانصير ياوكيل ياالله..............11
9.              ياحي ياقيوم برحمتك استغيث ...........11
10.       يالطيف41
11.       استغفرالله العظيم انه كان غفارا......11
12.       اللهم صل على سيدنا محمد قد ضاقت حيلتى ادركنى ياالله..........11
13.       اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى اله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك.........1
14.       اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع الاهوال والافات وتقضى لنابها جميع الحاجات وتطهرنا بها من جميع السيئات وترفعنابها عندك اعلى الدرجات وتبلغنا بها اقصى الغيات من جميع الخيرات فى الحيات وعد الممات..........1
15.       يابديع.......4
16.       يس..............1
17.       الله اكبر 3 يا ربنا والهنا وسيدنا انت مولانا فانصرنا على القوم
      الكافرين.........3
18.       حصنتكم بالحي القيوم الذي لايموت ابدا ودفعت عنكم السئوء بألف
      الف لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم......3
19.       الحمد لله الذي انعم علينا وهدانا على دين الاسلام....3
20.       بسم الله ماشاء الله لايسوق الخير الا الله......1
21.       بسم الله ماشاء الله لايصرف السوء الا الله...1
22.       بسم الله ماشاء الله لاحول ولا قوة الا با لله العلي العظيم...........1
23.       سألتك ياغفار عفوا وتوبة
24.       وبالقهر ياقهار خذ من تحيلا......3
25.       ياجبار ياقهار ياذا البطش الشديد خذ حقنا وحق المسلمين ممن ظلمنا
       والمسلمين وعتعدى علينا وعلى المسلمين........3
26.       الفاتحة....................1
27.         ثم التهليل

v            لااله الاالله لاموجود الا الله     لااله الاالله لامعبود الا الله                 لااله الاالله لامطلوب الا الله    لااله الاالله لامقصود الا الله
v            بسم الله توكلنا على الله لاحول ولاقوة الابالله استغفر الله العظيم استغفر الله العظيم استغفر الله العظيم واتوب اليه
v            الى حضرة النبي المصطفى رسو ل الله صلى الله عليه وسلم مثل ثواب ماقرأناها الفاتحة
v            الى ارواح جميع الانبياء والمرسلين نسألك اللهم بمعجزتهم الفاتحة
v            الى ارواح جميع الاولياء المقربين والصالحين نسألك اللهم بكرمتهم الفاتحة
v            الى ارواح مشايخنا ومئولفى الكتب الذي تعلمناوعلمنا مئولفاتهم نسألك اللهم ان تنفعنا بعلومهم نفعا مباركا لنا ولدينك وللناس اجمعين الفاتحة
v            الى ارواح المتصدقين والمتصدقات لاقامة دينك جزاهم الله احسن الجزاء تقبل منهم اعمالهم وكفر عنهم سيئاتهم وارفع درجاتهم واقض حوائجهم ويسر امورهم واجعل ذرياتهم من عبادك الصالحين الفاتحة
v            والى ارواح ابائنا وامهتنا واجدادنا وجداتنا ولجميع المسلمين وللمسلمات والمئومنين والمئومنات واغفر لهم ذنوبهم واعف عنهم سيأتهم نسألك اللهم ان تنفعنا ببركتهم الفاتحة
v            والى ارواح المجاهدين والمجاهدات والمهاجرين والمهاجرات والانصار نسألك اللهم ببركة اعمالهم الفاتحة